Belgia Sukses karena Faktor pelatih

Belgia Sukses karena Faktor pelatih – Marc wilmots menjadi sosok menakutkan setiap tim yang menantang belgia selama piala dunia 2014 seperti yang dilansir agensbobetjempol. Dia disegani karena kepiawaiannya meracik strategi yang selalu berujung kemenangan bagi the red devils belgia.

Wilmots mengubah timnas belgia menjadi tim yang ditakuti. Sentuhan magisnya sudah memakan banyak korban. Dia mengantar eden hazard menjuarai grup H babak penyisihan piala dunia 2014 brasil dengan meraup tiga kemenangan. Kemudian mereka menundukkan tim paman sam amerika serikat dengan skor 2 – 1 di babak 16 besar piala dunia 2014 brasil.
pelatih belgia
Sukses melaju ke babak perempat final adalah hasil terbaik timnas belgia selama 24 tahun terakhir. Wilmots yang bertugas sejak 2012 memperbaiki prestasi timnas belgia setelah absen pada piala dunia 2006 dan 2010 lalu. Sekarang belgia berpeluang menyamai torehan piala dunia 1986 yang menganarkan timnas belgia lolos hingga semifinal.

Misi tiu akan terlaksana jika timnas belgia mampu mengalahkan tim tango argentina. Mengacu performa wilmots sejauh ini, itu mungkin bisa saja terjadi. Pasalnya arsitek yang berusia 45 tahun itu benar – benar mentransformasi timnas belgia menjadi tim super.

Rata – rata kemenangan timnas belgia saat ditangani wilmots mencapai angka 68%. Semua kemenangan timnas belgia itu terjadi akibat kejelian wilmots dalam meracik strategi dan menyusun pemain – pemain yang akan menjadi armada belgia. Terbukti strategi jenius wilmots mampu membawa lukaku, hazard dan tibo curtouis bersinar di eropa dan piala dunia kali ini.

simak juga cerita supporter bernama Sarah ulrichsen

Demi tanda tangan pemain jerman

Demi tanda tangan pemain jerman – Gadis 18 tahun tempuh perjalanan sepanjang  70 km, gadis itu bernama sarah ulrichsen. Gadis berusia 18 tahun itu merupakan gadis keturunan brasil – jerman. Perjuangan gadis tersebut menempuh perjalanan dari sao goncalo menuju rio de janeiro tidak sia – sia.

seperti yang dikutip agensbobetjempol, Ulrichsen berhasil menerobos kerumunan 200 penggemar jerman dan mendapatkan tanda tangan bek timnas jerman Matthias ginter sesaat sebelum ginter memasuki basecamp timnas jerman di barra da tijuca, rio de janeiro.
Sarah ulrichsen
Sarah ulrichsen seakan mendapatkan durian runtuh, karena dari 200 fans yang ada hanya dialah yang dihampiri oleh ginter langsung. Tak mau menyia – nyiakan kesempatan, sarah ulrichsen langsung menyerahkan setumpuk surat kepada ginter yang sudah dia siapkan untuk seluruh pasukan jerman. Tak disangka, ginter menerimanya dengan tangan terbuka. Ulrichsen adalah penggemar Bayern munchen sejati, itulah penuturan sang ayah manasye silva.

Demi putri tercintanya, silva pun memutuskan mengambil cuti dari pekerjaannya sebagai broker asuransi. Pengorbanan itu tidak sia – sia, karena dia dapat melihat senyuman sumringah dari putrinya tersebut ketika bertemu langsung dengan punggawa timnas jerman.

Ulrichsen sebenarnya ingin menyaksikan langsung pertandingan timnas jerman di stadion, namun harga tiket yang terlampau mahal membuatnya hanya bisa menonton lewat layar kaca. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk datang langsung ke pusat latihan tim der panzer jerman untuk menyaksikan semua pemain idolanya berlatih.

Kolombia mencetak sejarah baru

Langkah Uruguay harus terhenti di babak 16 besar piala dunia brasil 2014 kali ini. menurut agensbobetjempol, Ini disebabkan karena Uruguay harus menyerah 0 – 2 atas Kolombia mencetak sejarah baru. Timnas kolombia berhasil menepis keraguan public atas kinerja mereka. Sebelumnya tim yang saat ini dilatih oleh jose pekerman itu dianggap beruntung untuk bisa melaju ke babak 16 besar piala dunia 2014, karena tidak berada di grup yang sama dengan para unggulan.

kolombia

kolombia

Menghadapi Uruguay, kolombia mampu mendominasi permainan sejak babak pertama. Akan tetapi pada menit – menit awal serangan mereka hanya terbatas melalui tendangan – tendangan jarak jauh. Gol baru tercipta di menit 28, ketika gelandang serang timnas kolombia james rodriguez mampu menceploskan bola ke gawang Uruguay.

Kerennya lagi gol pertama kolombia itu diciptakan pemain berusia 22 tahun tersebut melalui sepakan tendangan jarak jauh dengan kaki kiri yang tidak bisa dihalau oleh kiper Uruguay muslera.

Uruguay mencoba membalas, namun usaha dari cavani gagal membuahkan hasil. Sebaliknya timnas kolombia mampu menambah keunggulannya di babak kedua, tepatnya di menit ke 50. Kembali lagi james rodriguez mampu mencatatkan namanya di papan skor. Skor menjadi 0 – 2 untuk keunggulan kolombia atas Uruguay.

Hingga akhir skorpun tak berubah. Kemenangan ini membuat kolombia lolos ke babak 8 besar untuk pertama kalinya selama kolombia lolos ke piala dunia. dan uruguay terpaksa pulang dari brasil

Pemilik Liga Terbaik Harus Pulang dari Brasil

Pemilik Liga Terbaik Harus Pulang dari Brasil – Perhelatan pertandingan kompetisi domestic yang sangat ternyata pada kenyataannya tak sebanding mulus dengan prestasi yang didapat oleh tim nasional nenrapa Negara bersangkutan, contohnya saja pada piala dunia 2014, Inggris, Spanyol dan Italia harus rela menelan kepahitan karena harus terdepak kala masih difase grup.
Van der vaart
Dan perhelatan yang menarik Premier League, La Liga Primera dan Serie A juga menjadi sebuah kompetisi domestik yang bisa dibilang terbaik di Eropa dan tidak hanya itu La Liga Primera dan Serie A bahkan juga bisa dikatakan terbaik di dunia.

La Furia Roja yang sebelumnya berstatuskan sebagai sanga juara bertahan kali ini harus rela emnelan kekealahan bahkan dua kali berturut-turut pada saat melawan belanda dengan skor akhir 1-5 dan juga pada saat melawan Chile dengan 0-2. Dan Spanyol baru bisa menunjukkkan kehebatannya dan membawa pulang kemenangan pada saat dirinya berada di laga terakhir saat berhadapan dengan Australia (3-0). Dan karena hasil tersebut otomatis membuat Spanyol yang berada di grup B harus rela  duduk di posisi tiga, kalah bersaing dengan Belanda dan Chile.

seperti dilansir agensbobetjempol Hal yang sama juga dialami oleh Inggris, The Three Lions harus rela ditumbangkan 1-2 oelh Italia dan harus rela menyerah dengan skor seri ketika dirinya dihadapkan dengan Uruguay. Selain itu juga yang lebih memilukan Steven Gerrard dkk malah tidak bisa meraih kemenangan setelah di pertandingan terakhirnya mereka hanya bisa mengimbangi permainan dari Kosta Rika. Hal tersebut menjadikan Inggris hanya mampu mendapatkan satu poin,alhasil Inggrispun harus rela menjadi juru kunci di Grup D.